Kompetisi U21 Dihapus, Ini Penjelasan PSSI

Sebagai gantinya, PSSI akan menggelar liga untuk kelompok usia U19. Lantas, apa alasannya. Begini penjelasan yang dipaparkan oleh Joko Driyono selalu Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus mengklaim bahwa klub-klub sudah menyetujui langkah PSSI tersebut.
Joko Driyono menjelaskan, para pemain yang berusia di bawah U23 atau U21 bisa masuk tim senior yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau Go-Jek Traveloka Liga 1 2017, atau Divisi Utama atau Liga 2 2017, juga Liga Nusantara.
(Klub menyambut) Positif. Jadi (kompetisi) U19, jadi setiap pemain yang sekarang di usia U21 masuk di senior atau dia tampil di Liga 2 atau Liga 3 Nusantara, kata Joko Driyono di Jakarta beberapa waktu lalu.
Namun, klaim Joko Driyono itu patut dipertanyakan. Pasalnya, tidak semua klub setuju dengan penghapusan kompetisi U21. Salah satunya adalah PSM Makassar melalui pelatihnya, Robert Rene Alberts.
Bukan kabar baik, semua negara berkembang, kuat terutama karena pembinaan pemain muda, tukas pelatih asal Belanda ini.
Jika bukan U21, maka mereka dapat menyebutnya tim kedua. Banyak pemain di negara Asia tidak siap dengan pemain U19 untuk tingkat profesional. Karena itu mengapa kita butuh pemain kompetisi level U21, lanjut Robert Rene Alberts.
Hal senada juga dirasakan oleh klub lainnya yakni Pusamania Borneo FC. Kerangka tim U-21 sudah jadi dan mereka kebanyakan pemain dari tim musim lalu, ungkap Manajer Tim Pusamania Borneo FC U21, Farid Abubakar.
Usia mereka rata-rata masih memenuhi kriteria untuk berkompetisi musim ini. Jujur ini (penghapusan kompetisi U-21) membuat kami harus memutar otak, pungkasnya.

lafontepizze.com togel hari ini Sumber: Sidomi