Menanti ‘Gong’ Kompetisi U-19 di Liga 1

com, Jakarta: Indonesia siap membuka kompetisi kelompok usia remaja skala nasional setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mencantumkan regulasi tim U-19. Sesuai regulasi, setiap klub peserta Liga 1 wajib memiliki tim U-19 untuk bermain di kompetisi kelompok umur tersebut.Kompetisi tim U-19 ini diharapkan bisa menjadi jembatan para pemain muda untuk menapaki karier ke jenjang berikutnya. Terlebih, Indonesia kini memang sangat membutuhkan regenerasi di tubuh Tim Nasional yang sedang fokus membangun U-16, U-19, hingga U-22.

Tak sedikit klub peserta Liga 1 menyambut baik regulasi tim U-19 yang diterapkan PSSI tersebut. Seperti PSM Makassar dan Bali United yang menilai kompetisi U-19 sebagai sarana investasi jangka panjang yang dimiliki setiap klub.CEO PSM, Munafri Arifuddin menilai jika kompetisi U-19 ini sebagai langkah positif. Ia mengakui jika kompetisi usia muda itu bisa menjadi ladang bibit pemain yang nantinya bisa dipakai untuk tim senior, meski dirinya pun mengakui jika Juku Eja masih mempersiapkan skuat mudanya tersebut.”Kami lagi mempersiapkan itu, dan saya pikir itu hal yang sangat positif. Tim U-19 ini kita sudah lihat mulai dari pembentukan karakter, skill, dan sebagainya sudah kita tinjau dari awal. Sehingga akan berdampak jauh lebih bagus ke depannya,” ujar Munafri usai mengikuti manager meeting Liga 1 di Makostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

Baca: Infografis: Regulasi Anyar Liga 1

Pieter Tanuri, Presiden Bali United pun mengatakan, jika timnya sedang membangun kembali skuat U-19-nya. Meski diakuinya skuat Pasukan Tridatu sempat memiliki tim U-21 walau sudah tidak aktif lagi.”Kami sedang mempersiapkan lagi tim U-19, karena dari tim U-21 lalu ada beberapa pemain yang masih berusia 19 tahun. Menurut saya semuanya ini jadi berkesinambungan (antara tim senior dengan tim U-19),” kata Pieter saat ditemui di tempat yang sama.Energi positif yang ditunjukkan oleh klub itu pun patut direspons cepat oleh PSSI. Pasalnya, meski telah menelurkan ide menggulirkan kompetisi U-19, federasi sepak bola tertinggi Tanah Air itu justru belum menentukan format kompetisi yang akan diterapkan untuk U-19.”Formatnya belum dipastikan, nanti kita bersama operator lah yang memastikan. Tapi harapannya kita bisa main full, apakah home turnamen, tapi konsepnya home and away dan kita harapkan bisa bermain banyak,” ungkap Sekjen PSSI, Ade Wellington.Meski sudah mendapat tanggapan positif dari pihak klub, Ade mengakui sejauh ini belum ada klub yang mendaftarkan tim U-19-nya. Padahal, regulasi U-19 sudah mulai berlaku saat kick-off Liga 1 pada 15 April nanti.”Belum ada yang didaftarkan, tapi kan regulasi kita salah satu syaratnya harus punya U-19. Rencananya akan bergulir beberapa bulan setelah Liga 1 berjalan,” papar Ade.

Baca: Bali United Diberi Tawaran Boyong Berbatov, Adebayor, dan Sissoko

Pengeluaran Ekstra
Kehadiran dua tim (senior dan U-19) dalam satu tubuh klub tentu akan berdampak terhadap pengeluaran. Meski PSSI menegaskan akan memberikan subsidi Rp7,5 miliar bagi tiap klub Liga 1, nominal itu masih menjadi pro-kontra jika harus membiayai pula tim U-19.Contohnya Munafri yang telah memimpin PSM di bawah naungan PT. Pagolona Sulawesi Mandiri sejak awal 2016 lalu. Ia mengatakan, jika kehadiran tim U-19 otomatis akan menambah biaya operasional Juku Eja mengarungi kompetisi musim ini.Subsidi Rp7,5 miliar dirasa masih belum cukup menutup pengeluaran dua tim sekaligus dalam satu nama. Namun, ia tetap menyambut optimis kehadiran tim kelompok usia muda itu demi investasi jangka panjang.”Pasti akan ada tambahan pengeluaran. Subsidi kalau dilihat keadaannya dengan membiayai dua tim (senior dan U-19) menurut saya itu kurang, cobalah hitung-hitung sendiri. Kalau subsidinya bisa dimaksimalkan sampai Rp10 miliar, yang Rp7,5 miliarnya kita sediakan untuk tim utamanya, sisanya bisa untuk U-19,” tuturnya.”Tapi mau tidak mau, persoalannya ini menjadi investasi jangka panjang. Kalau ke depannya U-19 ini tidak ada, masa mau setiap tahun pembentukan tim harus susah nyari ke sana kemari,” sambung Munarfi.Pandangan berbeda datang dari Pieter Tanuri yang membangun Bali United setelah dilebur dari Persisam Putra Samarinda. Pengusaha ban produk nasional ini mengakui punya taktik mengakali pengeluaran untuk tim U-19 yang didapatnya dari raksasa Inggris, Manchester United.”Untung rugi itu sebenarnya saya pelajari dari MU. Pendapatan klub itu ada empat, yakni tv rights, sponsorship, merchandising, dan ticketing yang akan masuk ke pemain sama akademi,” katanya.”Selama ini kita hanya tergantung dari sponsor tapi tidak dipelihara. Kenapa sponsor saya banyak, karena saya pelihara. Sponsor itu harus kita anggap seperti perusahaannya sendiri, jadi penjualannya pun saya yakin akan meningkat,” terang Pieter.Bukan Sekadar Turnamen Dadakan
Gong kompetisi U-19 yang menjadi regulasi PSSI ini pun mendapat sambutan bukan hanya dari klub, tapi juga mantan pemain. Bomber legendaris Kurniawan Dwi Yulianto sangat antusias terhadap ide kompetisi U-19, walau diakuinya Indonesia butuh lebih banyak kompetisi usia muda.Pemain jebolan Primavera ini pun berharap kompetisi ini tak hanya sekadar turnamen dadakan. ‘Si Kurus’ ingin PSSI menyediakan kompetisi usia muda secara reguler bahkan dari level yang lebih muda lagi, yakni U-15.”Idenya sudah bagus harus membentuk tim U-19 dari tiap klub. Saya berharap mereka ada kompetisi bukan hanya sebulan-dua bulan selesai. Karena kalau seperti itu, klub menilainya bukan untuk pembinaan, tapi hanya formalitas,” ujar striker Timnas Indonesia era 1995-2006 itu.”Buatkan kompetisi, jadi klub harus membina pemain dan harus ada tim mudanya. Saya berharap bukan hanya kompetisi U-19, tapi sejak U-15, U-17, U-19, dan U-21 agar jenjang mereka juga jelas. Tiap kelompok umur ada dan dibatkan kompetisi yang reguler. Kalau sifatnya cuma turnamen, paling kan beberapa bulan selesai, takutnya sih seperti itu,” sambungnya.Asa bergulirnya sebuah kompetisi usia muda pun sejauh ini turut diamini PSSI. Melalui sang Sekjen, PSSI berencana menghidupkan kembali kompetisi usia muda yang sudah sejak lama lahir seperti Piala Suratin.”Ada kompetisinya yang mau kita dorong di April ini selain U-19. Ada Liga U-17 (Suratin), kita juga akan ada Liga U-15. Nah, ini biar ada jembatannya juga dari U-17 ke U-19, tapi sementara ini kita terapkan di Liga 1,” ungkap Ade Wellington.Video: Saya Masih Loyal pada Arema FC(ASM)

lafontepizze.com togel singapur Sumber: MetroTVNews